xperiental Learning Pusdiklat KNPK
[Tangerang], 8 Maret 2010. Dalam rangka pengembangan kompetensi pegawai di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan (KNPK) untuk dua hari ini (6-7 Maret 2010) melaksanakan kegiatan pelatihan dengan Metode Experiental Learning yang diikuti oleh para pegawai Pusdiklat KNPK.
Bersama Binadika Outbond yang menjadi Event Organizer (EO)-nya, para peserta mengikuti beberapa kegiatan yang sudah dijadwalkan, yaitu kegiatan outbond, Paintball, serta Rafting (arung jeram). Pada tanggal 6 Maret 2010 dengan bertempat di Hotel The Village, Sukabumi, kegiatan pertama outbond dilakukan, setelah sebelumnya Kepala Pusdiklat, Bapak Syamsu Syakbani, memberi sambutan pembukaan tentang tujuan dari diadakannya kegiatan pelatihan ini yaitu agar dapat mengembangkan kompetensi diri dan juga agar dapat saling mengakrabkan diri antara para peserta sehingga nantinya tidak akan terjadi kekurang harmonisan dalam melaksanakan pekerjaan kantor.
Dalam kegiatan outbond ini, peserta dibagi kedalam tiga kelompok. Ketiga kelompok ini memainkan permainan yang berbeda, high rope ang flying fox dimana para peserta diharuskan untuk berjalan diatas tali dengan hanya satu tali yang menjadi pegangan dan satu tali yang menjadi pijakan di ketinggian + 10 meter lalu kemudian meluncur kebawah dengan kemiringan 45°. Hampir seluruh peserta mampu melewati permainan yang menuntut keberanian ini.
Building Block atau membangun sebuah bangunan adalah permainan dimana peserta diminta untuk membangun sebuah bangunan dengan instuksi yang disampaikan melalui pesan berantai. Master, orang yang melihat bangunan utama, harus menyampaikan instruksi-instuksi kepada para transporter yang berakhir pada sang Executor, orang yang bertugas membuat bangunan duplikatnya. Kegiatan outbond pun berakhir tepat pukul 17.00 WIB.
Selepas makan malam diadakan kegiatan team performance dimana setiap tim harus mempertunjukkan penampilan tim mereka dihadapan tim lain, team performance dapat berupa sebuah parodi sandiwara, vocal group, sulap, menari, dan lain-lain. Dengan dinyalakannya api unggun ditengah-tengah lapangan membuat suasana keakraban para peserta semakin terasa. Bernyanyi bersama sambil menikmati hangatnya bandrek dan jagung bakar menjadi kegiatan yang mengasyikan.
Keesokkan harinya (7 Maret 2010), para peserta diajak untuk mengikuti kegiatan paintballl dan rafting. Dalam paintball peserta dibagi kedalam enam kelompok baru, masing-masing kelompok terdiri dari 7 peserta yang secara bergantian bermain didalam arena seluas 40x30 meter itu. Disini peserta dilatih untuk membuat strategi yang jitu untuk melumpuhkan musuh (kelompok lain).
Setelah selesai melakukan kegiatan paintball, selanjutnya peserta diajak untuk rafting di sungah citatih yang merupakan kegiatan terakhir dalam agenda kegiatan pengembangan kompetensi pegawai Pusdiklat KNPK. Sebelum melakukan rafting, terlebih dahulu peserta dibekali pengetahuan dan aturan mengenai tata cara ber-arum jeram yang baik dan benar.
Arus sungai citatih yang cukup deras membuat perahu beberapa peserta terbalik, tapi semua itu tidak mengurangi kegembiraan para peserta. Saling menjaga kekompakan selama mendayung dalam sungai sejauh 12 km pun tetap dilakukan agar kestabilan perahu tetap terjaga.
Kegiatan dalam dua hari ini kemudian ditutup pada pukul 17.00 WIB. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pusdiklat KNPK, Bapak Arif Rahmanto, menutup kegiatan ini dengan harapan setelah ini para peserta yang juga adalah para pegawai Pusdiklat KNPK agar tetap menjaga kekompakan, saling membantu untuk mencapai visi dan misi Pudiklat serta berani berfikir "out of the box" untuk menjadikan Pusdiklat KNPK semakin sukses, jaya dan sejahtera.
Sabtu, 20 Maret 2010
Experiental Learning Pusdiklat KNPK
[Tangerang], 8 Maret 2010. Dalam rangka pengembangan kompetensi pegawai di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan (KNPK) untuk dua hari ini (6-7 Maret 2010) melaksanakan kegiatan pelatihan dengan Metode Experiental Learning yang diikuti oleh para pegawai Pusdiklat KNPK.
Bersama Binadika Outbond yang menjadi Event Organizer (EO)-nya, para peserta mengikuti beberapa kegiatan yang sudah dijadwalkan, yaitu kegiatan outbond, Paintball, serta Rafting (arung jeram). Pada tanggal 6 Maret 2010 dengan bertempat di Hotel The Village, Sukabumi, kegiatan pertama outbond dilakukan, setelah sebelumnya Kepala Pusdiklat, Bapak Syamsu Syakbani, memberi sambutan pembukaan tentang tujuan dari diadakannya kegiatan pelatihan ini yaitu agar dapat mengembangkan kompetensi diri dan juga agar dapat saling mengakrabkan diri antara para peserta sehingga nantinya tidak akan terjadi kekurang harmonisan dalam melaksanakan pekerjaan kantor.
Dalam kegiatan outbond ini, peserta dibagi kedalam tiga kelompok. Ketiga kelompok ini memainkan permainan yang berbeda, high rope ang flying fox dimana para peserta diharuskan untuk berjalan diatas tali dengan hanya satu tali yang menjadi pegangan dan satu tali yang menjadi pijakan di ketinggian + 10 meter lalu kemudian meluncur kebawah dengan kemiringan 45°. Hampir seluruh peserta mampu melewati permainan yang menuntut keberanian ini.
Building Block atau membangun sebuah bangunan adalah permainan dimana peserta diminta untuk membangun sebuah bangunan dengan instuksi yang disampaikan melalui pesan berantai. Master, orang yang melihat bangunan utama, harus menyampaikan instruksi-instuksi kepada para transporter yang berakhir pada sang Executor, orang yang bertugas membuat bangunan duplikatnya. Kegiatan outbond pun berakhir tepat pukul 17.00 WIB.
Selepas makan malam diadakan kegiatan team performance dimana setiap tim harus mempertunjukkan penampilan tim mereka dihadapan tim lain, team performance dapat berupa sebuah parodi sandiwara, vocal group, sulap, menari, dan lain-lain. Dengan dinyalakannya api unggun ditengah-tengah lapangan membuat suasana keakraban para peserta semakin terasa. Bernyanyi bersama sambil menikmati hangatnya bandrek dan jagung bakar menjadi kegiatan yang mengasyikan.
Keesokkan harinya (7 Maret 2010), para peserta diajak untuk mengikuti kegiatan paintballl dan rafting. Dalam paintball peserta dibagi kedalam enam kelompok baru, masing-masing kelompok terdiri dari 7 peserta yang secara bergantian bermain didalam arena seluas 40x30 meter itu. Disini peserta dilatih untuk membuat strategi yang jitu untuk melumpuhkan musuh (kelompok lain).
Setelah selesai melakukan kegiatan paintball, selanjutnya peserta diajak untuk rafting di sungah citatih yang merupakan kegiatan terakhir dalam agenda kegiatan pengembangan kompetensi pegawai Pusdiklat KNPK. Sebelum melakukan rafting, terlebih dahulu peserta dibekali pengetahuan dan aturan mengenai tata cara ber-arum jeram yang baik dan benar.
Arus sungai citatih yang cukup deras membuat perahu beberapa peserta terbalik, tapi semua itu tidak mengurangi kegembiraan para peserta. Saling menjaga kekompakan selama mendayung dalam sungai sejauh 12 km pun tetap dilakukan agar kestabilan perahu tetap terjaga.
Kegiatan dalam dua hari ini kemudian ditutup pada pukul 17.00 WIB. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pusdiklat KNPK, Bapak Arif Rahmanto, menutup kegiatan ini dengan harapan setelah ini para peserta yang juga adalah para pegawai Pusdiklat KNPK agar tetap menjaga kekompakan, saling membantu untuk mencapai visi dan misi Pudiklat serta berani berfikir "out of the box" untuk menjadikan Pusdiklat KNPK semakin sukses, jaya dan sejahtera.
Bersama Binadika Outbond yang menjadi Event Organizer (EO)-nya, para peserta mengikuti beberapa kegiatan yang sudah dijadwalkan, yaitu kegiatan outbond, Paintball, serta Rafting (arung jeram). Pada tanggal 6 Maret 2010 dengan bertempat di Hotel The Village, Sukabumi, kegiatan pertama outbond dilakukan, setelah sebelumnya Kepala Pusdiklat, Bapak Syamsu Syakbani, memberi sambutan pembukaan tentang tujuan dari diadakannya kegiatan pelatihan ini yaitu agar dapat mengembangkan kompetensi diri dan juga agar dapat saling mengakrabkan diri antara para peserta sehingga nantinya tidak akan terjadi kekurang harmonisan dalam melaksanakan pekerjaan kantor.
Dalam kegiatan outbond ini, peserta dibagi kedalam tiga kelompok. Ketiga kelompok ini memainkan permainan yang berbeda, high rope ang flying fox dimana para peserta diharuskan untuk berjalan diatas tali dengan hanya satu tali yang menjadi pegangan dan satu tali yang menjadi pijakan di ketinggian + 10 meter lalu kemudian meluncur kebawah dengan kemiringan 45°. Hampir seluruh peserta mampu melewati permainan yang menuntut keberanian ini.
Building Block atau membangun sebuah bangunan adalah permainan dimana peserta diminta untuk membangun sebuah bangunan dengan instuksi yang disampaikan melalui pesan berantai. Master, orang yang melihat bangunan utama, harus menyampaikan instruksi-instuksi kepada para transporter yang berakhir pada sang Executor, orang yang bertugas membuat bangunan duplikatnya. Kegiatan outbond pun berakhir tepat pukul 17.00 WIB.
Selepas makan malam diadakan kegiatan team performance dimana setiap tim harus mempertunjukkan penampilan tim mereka dihadapan tim lain, team performance dapat berupa sebuah parodi sandiwara, vocal group, sulap, menari, dan lain-lain. Dengan dinyalakannya api unggun ditengah-tengah lapangan membuat suasana keakraban para peserta semakin terasa. Bernyanyi bersama sambil menikmati hangatnya bandrek dan jagung bakar menjadi kegiatan yang mengasyikan.
Keesokkan harinya (7 Maret 2010), para peserta diajak untuk mengikuti kegiatan paintballl dan rafting. Dalam paintball peserta dibagi kedalam enam kelompok baru, masing-masing kelompok terdiri dari 7 peserta yang secara bergantian bermain didalam arena seluas 40x30 meter itu. Disini peserta dilatih untuk membuat strategi yang jitu untuk melumpuhkan musuh (kelompok lain).
Setelah selesai melakukan kegiatan paintball, selanjutnya peserta diajak untuk rafting di sungah citatih yang merupakan kegiatan terakhir dalam agenda kegiatan pengembangan kompetensi pegawai Pusdiklat KNPK. Sebelum melakukan rafting, terlebih dahulu peserta dibekali pengetahuan dan aturan mengenai tata cara ber-arum jeram yang baik dan benar.
Arus sungai citatih yang cukup deras membuat perahu beberapa peserta terbalik, tapi semua itu tidak mengurangi kegembiraan para peserta. Saling menjaga kekompakan selama mendayung dalam sungai sejauh 12 km pun tetap dilakukan agar kestabilan perahu tetap terjaga.
Kegiatan dalam dua hari ini kemudian ditutup pada pukul 17.00 WIB. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pusdiklat KNPK, Bapak Arif Rahmanto, menutup kegiatan ini dengan harapan setelah ini para peserta yang juga adalah para pegawai Pusdiklat KNPK agar tetap menjaga kekompakan, saling membantu untuk mencapai visi dan misi Pudiklat serta berani berfikir "out of the box" untuk menjadikan Pusdiklat KNPK semakin sukses, jaya dan sejahtera.
Jumat, 05 Desember 2008
waktu,
![]() |
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis " Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati- hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:" Apakah toples ini sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, "Benarkah?"
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang- ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"
"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".
Langganan:
Postingan (Atom)
